Pendampingan penerapan interprofesional education melalui penatalaksanaan kasus diare secara kolaborasi pada mahasiswa kesehatan STIKes Mahardika

Penulis

  • Citra Dwi Setyo A
  • Hasril Desiathul Hamdani Institut Teknologi dan Kesehatan Mahardika
  • Nonok Karlina Institut Teknologi dan Kesehatan Mahardika
  • Lili Wahyuni Ramhadhani Institut Teknologi dan Kesehatan Mahardika

Kata Kunci:

IPE, Pelatihan, Pendampingan, Kolaborasi,, Diare

Abstrak

Penyakit diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan juga merupakan penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian. Penanganan kasus tersebut mutlak membutuhkan kolaborasi yang baik antar petugas kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan pentingnya berkolaborasi dan mengubah persepsi negative tentang berkolaborasi antar mahasiswa profesi kesehatan. Metode : kegiatan pendampingan dilakukan selama 2 hari, terdiri dari pengenalan Interprofessional Education dengan metode ceramah, kemudian diskusi kasus dan simulasi. Kegiatan dilakukan pada 4 program studi kesehatan, yaitu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Kebidanan dan Rekam Medik. Peserta juga diberikan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan pendampingan untuk mengukur bagaimana presepsi perserta terhadap Interprofessional Education. Hasil: Persepsi mahasiswa sebelum kegiatan dilaksanakan 91,31% dalam kategori baik dan setelah kegiatan dilaksanakan 100% dalam kategori baik. Implikasi : kegiatan pendampingan pendampingan penerapan Interprofesional Education melalui penatalaksanaan kasus diare secara kolaborasi pada mahasiswa kesehatan Institut Mahardika yang dilaksanakan dengan baik, akan mengubah persepsi mahasiswa sehingga kolaborasi antar petugas kesehatan dapat tercapai.

Referensi

A Rhoda, N Laattoe, G., Smithdorf, N Roman, J Frantz. 2016. Facilitating Community-based Interprofessional Education And Collaborative Practice in A Health Sciences Faculty: Student Perceptions and Experiences. Afr J Health Professions Educ8(2 Suppl 2):225-228. DOI:10.7196/AJHPE.2016.v8i2.846

Ateach, C., Snow, W., Wener, P., Macdonald, L., Metge, C., Davis, P., Fricke, M., Ludwig, S., Anderson, J. Nurse Education Today. 2011

Covid19.go.id

Cusack, Tara, O’Donoghue, Grainne. The Introduction of An Interprofessional Education Module: Students’perception. Quality in Primary Care.2012 20:231-8

Fuadah, D.Z. 2014. Kesiapan Mahasiswa untuk Belajar Kerjasama Interprofessional dalam Perawatan Antenatal. Tesis. Universitas Gadjah Mada.

Kingston R, Mari Kannan M, Suan Phaik K, Dinesh Kumar C, Ranjit De A, Hui Cing C et al. Suitability of the RIPLS and IEPS for Discriminating Attitude Differences towards Interprofessional Education among Students of Healthcare Profession. Educ Res Int. 2016. Article ID 5946154

Loversidge, Jacqueline, Demb, Ada. Faculty perceptions of key factors in interprofessional education. Journal Of Interprofessional Care. 2015. 29(4): 298–304. DOI: 10.3109/13561820.2014.991912

Ruebling, Irma, Pole, David, Breitbach, A. P., Frage, Alfred, Kettenbach, Ginge, Westhus, Nina, Kienstra Kathleen, Carlson, Judy, 2014. A Comparison of Student Attitudes and Perceptions Before and After an Introductory Interprofessional Education Experience. Journal of Interprofessional Care. DOI: 10.3109/13561820.2013.829421

Setiadi, Prayitno A., Wibowo, Y., Herawati, F., Irawati, S., Setiawan, E., Presley, B., Zaidi, M.Arif, Sunderland, B. 2017. Factors contributing to Interprofessional Collaboration in Indonesian Health Centers : Focus Group Study. Jurnal of Interprofessionl. doi.org/10.1016/j.xjep.2017.06.002

Diterbitkan

07/30/2025